Iklan Facebook


       Wuooooh, di mari lagi rame ngebincangin iklan di Facebook. Banyak yang bilang iklan di Facebook itu aneh dan bikin serem. Saat pada lagi butuh sesuatu tiba-tiba nongol iklannya di Facebook, padahal mereka itu enggak pada nyari di kolom pencarian sama sekali. 

       Ada yang cerita kalau SIMnya udah mau habis masa berlakunya, baru mikirin buat perpanjangan SIM, eeeh muncul iklan jasa layanan perpanjangan SIM di Facebook. 

       Terus ada yang cerita di kolom komentar, dia ngobrol sama anaknya yang lagi pengen hamster, lha, muncul pula itu iklan jualan hamster di Facebooknya. 

       Banyak kali pengguna Facebook yang ngomongin keanehan iklan di Facebook ini. Ada yang beranggapan ini adalah kerjaan Jin yang dipiara Facebook buat ngertiin apa yang sedang diinginkan penggunanya. Ada pula yang dengan serius membahas ini adalah cara kerja algoritma. Terserahlah, suka-suka mereka dengan apa yang dipercayainya. 

       Dari banyak hal yang saya baca tersebut, kok, saya enggak mengalaminya, ya? Saya nggak pernah lihat iklan tentang sesuatu yang sangat saya ingini. Apa mungkin Jin atau algoritma Facebook tidak berlaku untuk saya? 

       Setelah sarapan secukupnya, ternyata saya menyadari sesuatu tentang iklan yang tidak muncul di Facebook saya. 

       "Jiangkriiiikkkkk"

       Jebul Fecebook weruh yen aku ora duwe duwit....!

HM Subchan ZE: Tokoh yang Terlupakan


       Semasa duduk di bangku Sekolah Dasar, saya pernah merasa penasaran dengan sebuah nama, yang menjadi nama jalan di sebelah barat kampung yang saya tinggali.
Ratan kulon (jalan barat) begitulah saya dan teman-teman sebaya saya menyebutnya, jalan ini membentang dari pertigaan Pengkol hingga perempatan Jember. Nama jalan itu adalah jalan HM Subchan ZE.

       Nama HM Subchan ZE membuat saya penasaran karena saya benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya Tokoh yang satu ini, dan apa yang membuatnya dijadikan sebagai nama jalan yang selalu saya lewati saat saya berangkat menuju Sekolah Dasar.
Umumnya mereka yang dijadikan nama jalan adalah para pahlawan atau tokoh-tokoh lokal, sedangkan dalam buku PSPB yang saya pelajari semasa Sekolah Dasar, saya tidak pernah menemukan nama HM Subchan ZE.
Saya tidak merasa penasaran dengan nama jalan di ratan kidul (jalan selatan), karena saya tahu benar tokoh yang dijadikan nama jalan sepanjang perempatan Sunggingan hingga pertigaan Pengkol tersebut. Siapa warga Kudus yang tidak menegenal nama Niti Semito, raja Kretek terkenal dari kota Kudus. Namun untuk HM Subchan ZE, saya benar-benar tidak mengetahui siapa sebenarnya tokoh yang satu ini.

       Rasa penasaran yang terpendam begitu lama dan nyaris terlupa itu akhirnya terjawab sekitar empat tahun yang lalu. Secara tidak sengaja saya menemukan sebuah artikel yang membahas nyaris tuntas tentang HM Subchan ZE. Artikel ini saya temukan di web NU Online dan ditulis oleh Zulham Mubarak, Ketua Departemen Advokasi dan Kebijakan Publik PC GP Ansor Kabupaten Malang.

       Jika anda juga ingin tahu tentang siapa HM Subchan ZE, tentang perjalanan hidupnya, tentang kematiannya yang menyisakan misteri, silakan baca saja di link berikut ini:

Ruang Baca Taman Matahari


       Di atas sebuah saluran air milik Pemerintah Desa yang berdekatan dengan kandang puyuh milik warga, kini terhampar sebuah taman bunga dan ruang baca, lengkap dengan arena bermain untuk anak-anak. Dulunya lokasi ini terlihat menyeramkan dengan adanya gerumbul bambu dan rumput liar tak terurus yang membikin penampakan tempat ini menjadi semacam tempat Wewe buang anak.

       Adalah usahamu bersama tim dan warga Desa setempat yang membikin lokasi yang dulunya terkesan wingit menjadi cerah ceria. Buat kamu sendiri tentunya tempat ini menjadi istimewa, karena ini adalah bagian dari mimpi dan harapanmu yang terwujud. Sebuah ruang baca dengan taman bunga akhirnya menjadi nyata, sebuah pencapaian yang tentunya membikin diri ini tak segan untuk menjura.

       Tentunya ruang baca ini masih jauh dari sempurna. Terik matahari masih terasa karena pohon besarnya terlajur ditebang semua. Akan butuh waktu untuk tempat ini menjadi adem di siang hari. Sekira ada lampu penerangan untuk membaca di kala malam tentu tempat ini bisa dijadikan alternatif sebagai tempat belajar bersama untuk anak-anak warga setempat.

       Perlu juga dipikirkan sirkulasi buku bacaan yang ada, dan yang kalah penting adalah kontinyuitas kegiatan di Ruang Baca Taman Matahari ini. 
Tentunya akan sangat menyedihkan bila ruang baca ini hanya sekedar numpang berdiri untuk menjadi suram kembali.

Selamat berjuang Ruang Baca Taman Matahari, semoga manfaatmu terus menyinari sisi gelap diri kami.


Loc: Ruang Baca Taman Matahari
Gg. Demangan, Gulang Kulon, Gulang, Kec. Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59381
https://maps.app.goo.gl/iKKFbPgNUy8K5uhH9

Night Sight Edition


       Gambar di atas bukanlah gambar yang sekali jadi dari hasil jepretan kamera. Diperlukan proses untuk membikinnya seperti itu. Bukanlah hal yang sulit untuk mengedit foto semacam itu. Karena saya cukup melakukannya dengan applikasi yang sudah terpasang di gadget saya.

       Untuk foto asli gambar di atas dapat dilihat dalam gambar di bawah ini. Foto saya ambil dengan HP saya sendiri, dengan applikasi kamera yang bernama Gcam, menggunakan menu Night Sight. Dari mana saya mendapatkan Gcam dan bagaimana cara memasangnya? Cari saja di kolom pencarian Google, jangan malas mencari tahu ya!


       Nah, lantas bagaimana cara saya mengedit fotonya menjadi seperti gambar yang di atas tadi? Beginilah ceritanya.

       Pertama kali yang saya lakukan adalah dengan mengirimkan foto aslinya ke applikasi yang bernama Picsay Pro. Kemudian dari menu Adjust saya memilih untuk melakukan cropping dengan resolusi 16:9. Konon resolusi 16:9 menjadikan gambar menjadi lebih cinematic dan dramatis. Ingat, perhatikan obyek dalam gambar saat melakukan cropping. Jangan sampai gambar dengan obyek manusia menjadi kehilangan kepalanya saat selesai dipotong.

       Masih di menu Adjust, saya memilih mengurangi Exposure, karena menurut selera mata saya foto asli tersebut terlalu banyak menangkap cahaya. Kemudian saya menambahkan sedikit Boost sesuai selera yang saya ingini.

      Beralih ke menu Effect, di sini saya menambahkan efek Vignette tipis-tipis, dan menambahkan sedikit efek Cross Process. Selesai sudah foto saya edit, dan tinggal disimpan.

       Yang saya lakukan selanjutnya adalah mengirimkan gambar hasil editan Picsay Pro ke applikasi bernama Add Watermark. Aplikasi ini fungsinya hanya untuk menambahkan tanda air. Lewat Picsay Pro bisa juga sih kalau mau menambahkan tanda air, tapi saya pribadi sudah terlanjur terbiasa dengan Add Watermark.

       Ada sedikit salah pencet saat akan mengunggah gambar yang telah saya beri tanda air. Di galeri bawaan HP, saya secara tidak sengaja memencet efek beautifully. Karena saya merasa tidak ada yang mengganggu kepuasan saya atas hasil editan tersebut, ya, sudah saya lanjut saja.

       Sedikit informasi ya, postingan ini pun sebenarnya adalah postingan ulang, karena sebelumnya sudah saya publish. Namun karena kecerobohan saya, post ini terhapus dari dashboard Blogger. Jadi pengen misuh kan, apalagi saya tidak menyimpan draftnya.
TEWEL!!!



       Berbicara mengenai foto editan, tentunya ada di antara kalian yang tidak menyukainya. Mungkin kalian merasa lebih sreg dengan hasil foto asli kamera. Menurut saya, itu soal selera sih. Tidak perlu diperdebatkan. Untuk hasil foto saya sendiri, suka-suka saya mau mengeditnya atau tidak. Sebagaimana saya menulis di blog ini, semuanya untuk kepuasan saya pribadi. Tugas saya bukan untuk memuaskan kalian semua. Emang saya lelaki apaan? Hih!

       Oh, iya, untuk gambar yang paling bawah, pengambilan gambar tetap menggunakan Gcam dengan mode potrait. Saya tidak mengedit foto tersebut, yang saya lakukan hanya menambahkan tanda air sebelum mengunggahnya ke sosial media.

Ketika Tiba-tiba Ingin Menulis Blog (Lagi)


       Ada kalanya keindahan itu bisa dinikmati dari jarak yang jauh, namun ada saatnya pula kita harus berhenti sejenak dan mengamati dari dekat untuk menemukan keindahan yang lain. Begitu banyak keindahan di sekitar kita yang terlalu sayang untuk sekedar kita lewatkan karena cara pandang kita yang tidak tepat. Bagaimanapun jarak pandang dan sudut pandang kita akan berpengaruh terhadap penilaian kita tentang keindahan.

       Saat hidup terasa berat dan dipenuhi dengan kecewa yang bercampur dengan segala macam kepedihan, mungkin hal ini dikarenakan jarak pandang dan sudut pandang kita tentang apa yang sedang kita alami itu sedang tidak pada titik yang tepat. Ada kalanya kita perlu memandangnya dari jauh atau sebaliknya kita perlu memandang lebih dekat segala tentang kesedihan itu sehingga hidup tetap terasa ringan dan menyenangkan.

       Kalau boleh meminjam liriknya Godfather of Broken Heart, Lord Didi Kempot, "Penak ora penak yo dipenak-penake. Seneng opo ora yo diseneng-senengke." Tentunya kebahagiaan hidup akan menyertai jalan kita.

Dongeng yang Belum Diceritakan

         Belakangan ini saya seringkali mengalami mimpi-mimpi yang luar biasa. Mimpi yang bahkan diri saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya. Semacam penggambaran sebuah cerita yang tidak pernah saya baca, dengar atau lihat sebelumnya. Jalan ceritanya bervariasi dan lokasi kejadiannya pun selalu berganti.

         Ada cerita tentang pemuda bernama Ali, yang mendapati seorang Ibu pemilik warung gorengan yang tak bisa lepas dari derita kehilangan anak lelaki satu-satunya. Anak lelaki Ibu ini meninggal pada saat berjaga di Poskamling kampungnya. Sampai berbulan kemudian, hingga kedatangan Ali di warung tersebut, Ibu ini selalu merasa anak lelakinya sedang tertidur di rumah, dan sang Ibu akan selalu marah saat ada orang yang lewat di rumahnya karena takut anak lelakinya akan terbangun dari tidurnya. Ali dengan kecerdikannya yang luar biasa, mampu menyembuhkan Ibu pemilik warung dari derita kehilangan yang berkepanjangan.

         Mimpi yang lain bercerita tentang seorang pemburu muda yang terdampar di sebuah perkampungan di tengah hutan. Penduduk kampung ini meyakini adanya Werewolf yang selalu siap menyerang kampung mereka. Mereka memiliki kepercayaan bila tiap malam purnama, sepasang bocah lelaki dan perempuan terpilih dari kampung mereka harus berjalan di sepanjang tepian sungai yang mengelilingi kampung dengan berpakaian pengantin agar Werewolf tidak berani memasuki kampung mereka. Pemuda pemburu berkenalan dengan bocah lelaki yang selalu berkeliling kampung dengan pakaian pengantin di kala purnama. Awalnya pemuda pemburu disangka sebagai jelmaan Werewolf, namun sang pemuda pemburu akhirnya mampu menghapuskan mitos Werewolf yang telah menghantui kampung dalam beberapa generasi.

         Ah, mimpi-mimpi tersebut benar-benar membikin saya enggan bangun di dunia yang sudah sedemikian blangsak ini.


Margaretha Zelle

       Kejadian-kejadian buruk yang menimpanya di usia belia menjadi pendorong utamanya untuk segera meninggalkan tanah kelahirannya, Belanda. Dengan menikahi seorang serdadu yang bertugas di Hindia timur, berangkatlah ia dengan segudang harapan untuk memiliki kehidupan baru di negeri jauh yang dikenal dengan keeksotisan budaya dan alamnya yang serupa surga. Seluruh harapan itu luruh, yang didapatinya kemudian hanyalah penderitaan dan kekecewaan.

       Setelah kembali ke Belanda dengan begitu banyak kesedihan dan penderitaan, ia membuat langkah berani untuk pergi ke Paris, kota yang menawarkan kebebasan dan kegembiraan, sesuatu yang begitu jarang mampir dalam hidupnya. Dengan kemampuannya menari, tak butuh waktu lama baginya untuk menjadi idola baru di Paris sampai hampir ke seluruh daratan Eropa. Pementasannya selalu ditunggu dan segera ia menjadi pusat berita.

       Kehidupan mewah dan pergaulannya dengan kalangan atas telah berhasil direngkuhnya. Hingga kemudian perang dunia meletus, dan segalanya menjadi serba tak menentu. Pemerintah Perancis menangkapnya dengan tuduhan sebagai agen ganda. Vonis hukuman mati dijatuhkan kepadanya meskipun tak pernah ada bukti konkret yang membuktikan bahwa ia adalah seorang mata-mata.

       Hukuman mati harus diterimanya, meskipun dosanya hanya karena ia wanita, dan dosa yang lebih besar lagi adalah karena hidupnya yang merdeka.