awanbyru.com

Desember 14, 2020

In Memoriam Dawax (Anton Sahetapy)

Senin, Desember 14, 2020 0
In Memoriam Dawax (Anton Sahetapy)


       Baru saja saja saya menerima telepon dari nomor hpnya Dawax, namun suara yang keluar dari seberang sana adalah suara seorang perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Ibu dari Anton Sahetapy yang lebih dikenal sebagai Dawax. 

      Ibu Anton meminta saya untuk mengabarkan ini kepada teman dan rekan-rekan Dawax semuanya, bahwa kawan kita Anton Sahetapy telah meninggal dunia pada tanggal 22 November 2020, dikarenakan sakit.

       Pada 11 Oktober 2020, Dawax sempat bercerita tentang sakit yang dideritnya selama 6 minggu terakhir. Kondisinya sudah tidak bisa untuk beraktifitas seperti biasanya, bahkan membalas chat juga sudah kepayahan. Sudah berkali-kali ke dokter namun obat medis hanya meringankan sakitnya saat obatnya diminum. Ada infeksi di saluran pencernaan, muntah, batuk berdahak, hidung mampet karena lendir, susah nafas dan sakit kepala yang menyiksa adalah keluhan terakhirnya.

       Terakhir Dawax menghubungi saya melalui WA pada tanggal 18 November 2020, mengabarkan kalau dia mencoba berobat ke pengobatan alternatif dan dinyatakan kurang cairan. Setelah itu saya dan beberapa kawan lain tidak lagi tahu kabar tentang Dawax. Beberapa kali saya, Yorie, Rebel dan kawan yang lain berusaha menghubungi, Dawax untuk mengetahui kondisi terakhirnya, namun seringkali hpnya tidak aktif atau tidak diangkat. Chat melalui WA juga sudah tidak lagi dibaca olehnya. Sampai hari ini tiba, saat Ibu dari Anton Sahetapy mengabarkan kepulangannya.

       Kepada teman-teman Dawax, baik dari FB, Reporo, WA dan entah platform sosial media apa lagi yang digunakannya, saya sampaikan kabar duka ini. Dawax (Anton Sahetapy) telah mendahului kita menghadap Sang Pencipta. Semoga amal ibadahnya diterima dan segala kesalahannya diampuni oleh-Nya.

       Saya yakin, Dawax memiliki banyak teman, karena Dawax sepengetahuan saya adalah orang yang senang menolong.  Dawax dikenal pintar ngoprek HP sejak zaman symbian sampai era android. Di grup-grup yang membahas android, Dawax dikenal sebagai Mastah, tempat orang bertanya tentang problematika dunia android. Applikasi yang belum memiliki fitur bahasa Indonesia juga sering dialih bahasakan oleh Dawax. Di forum developer android XDA ID Undaclazz adalah Dawax. 

       Dawax juga mengelola banyak website, saya sampai gak ingat ada berapa jumlahnya. Underclass Mobile Blog adalah salah satu di antaranya. Domain yang saya pakai di blog ini, awanbyru.com adalah domain pemberian Dawax beberapa tahun yang lalu. 

       Mengedit gambar dan membikin desain gambar juga salah satu keahlian Dawax. Sempat juga dia pamer logo desainnya yang laku dibeli orang luar. Namun semenjak wabah Covid -19 menyerang, pesanan pun mulai berkurang. 

       Bagi sebagian orang, mungkin saya adalah orang yang kurang ajar kepada Dawax. Karena di mana pun juga saya selalu meledek Dawax. Kami tetap berteman, tak pernah Dawax marah atau membenci saya karena ledekan saya yang sering kali keterlaluan. Baginya bully-an saya adalah genggaman erat keakraban. Atau mungkin memang Dawax orang baik, bahkan terlalu baik sehingga selalu memaafkan kelakuan yang saya perbuat. 

       Selamat jalan kawan.

November 28, 2020

Dunia Beo

Sabtu, November 28, 2020 0
Dunia Beo
       

       Sungguh hati siapa yang tak bergetar melihat burung dalam video ini begitu fasih memuji kebesaran Tuhan. Aku sendiri kurang tau burung ini jenis apa, daripada bingung sebut saja "Beo" (kalau kamu tak sepakat ya tak mengapa). Toh level ketidaktahuanku tentang jenis burung dalam video ini sebanding dengan ketidaktahuanku tentang keaslian bunyi yang diucapkan sang burung.

       Tak jadi soal buatku apakah dalam video ini sang Beo menggunakan ahli sulih suara atau memang benar ini adalah suara aslinya. Yang aku rasakan saat menonton video ini bukanlah ketakjuban dan kegumunan, justru kegelisahan di hati yang aku alami.

       Aku merasakan bahwa diri tak jauh beda dengan beo yang ada dalam video; begitu fasih memuji Asma Tuhan, begitu ceriwis ngomong segala hal, tas tis cap cis cus memukau banyak orang tapi kenyataannya tak pernah tahu tentang apa yang baru saja diucapkan.

       Yang aku lakukan cuma meniru apa yang dikatakan dan dilakukan orang. Pun semasa sekolah aku cuma diajari menghapal pelajaran, dimana dua tambah tiga adalah lima tanpa pernah mengerti kenapa bisa lima bukannya tujuh atau malah tiga. Semakin banyak yang aku hapal maka nilai bagus akan jadi jaminan. Nominal dikejar dijadikan tujuan.

       Sampai setua ini aku masih sama dengan Beo dalam video, aku cuma bisa meniru menghapal apa yang ada di sekitarku. Aku cuma bisa teriak si Anu Komunis, si Itu Syiah, si Inu Kafir, si Ini Wahabi dan sebagainya tanpa mengerti pasti apa yang keluar dari mulutku.

       Bagaimana aku bisa berkata si Anu Komunis padahal aku tak pernah mengenal Anu secara personal? Karena sekitarku mengatakan seperti itu. Aku cuma mengulang apa yang aku dengar berulang-ulang.
"Anut-anut batang curut" itu kata bocah-bocah di kampungku.

November 16, 2020

Kerah

Senin, November 16, 2020 0
Kerah



ribut-ribut di atap rumah menjadikan aku kembali terjaga 
satu lewat lima puluh menit pagi 
bah, tiga puluh menit saja aku terlelap 
entah sedang apa kucing-kucing itu di atas genting 
berisik, saling menggerendeng tiada henti 

mataku tetap terpejam 
namun lelap tak juga kudapatkan
suara ribut tetap berlanjut 
menambahkan bonus nyeri di gigi yang terus berdenyut 

aku dengar 
bapak keluar rumah 
dilemparnya kerikil ke genteng 
berharap keributan segera bubar 
kucing-kucing tetap tak peduli 
masih menggeram dan mengerang panjang  

aku dengar 
suara air mengguyur genteng 
keributan tak kunjung reda 
bapak yang tak lagi punya kuasa 
masuk kamar menyumpal telinga 

keriuhan di atas genteng tak juga usai 
tak tahu apa yang mereka sengketakan 
mungkin mereka ribut tentang ulama dan pesohor yang bertikai 
atau kucing-kucing itu berselisih tentang keaslian video lucah yang tengah beredar 
mana mungkin mereka peduli dengan derita nyeri di gigi pada dini hari 

aku membuka mata 
tak sanggup lagi melanjutkan tidur dengan kebisingan yang ada 
derita gigi semakin mendera 
menambah pening isi kepala 

aku beranjak dari tempat tidur 
kubikin batuk 
mengusir biang onar agar segera bubar 
segelas air putih mungkin bisa bikin nyeri mengendur 
alam tidur tak juga kusambangi 
nyeri gigi tak menyusul keributan itu pergi
aku kembali terjaga 
hingga fajar tiba 


Kudus, 16 November 2020