Ruang Baca Taman Matahari


       Di atas sebuah saluran air milik Pemerintah Desa yang berdekatan dengan kandang puyuh milik warga, kini terhampar sebuah taman bunga dan ruang baca, lengkap dengan arena bermain untuk anak-anak. Dulunya lokasi ini terlihat menyeramkan dengan adanya gerumbul bambu dan rumput liar tak terurus yang membikin penampakan tempat ini menjadi semacam tempat Wewe buang anak.

       Adalah usahamu bersama tim dan warga Desa setempat yang membikin lokasi yang dulunya terkesan wingit menjadi cerah ceria. Buat kamu sendiri tentunya tempat ini menjadi istimewa, karena ini adalah bagian dari mimpi dan harapanmu yang terwujud. Sebuah ruang baca dengan taman bunga akhirnya menjadi nyata, sebuah pencapaian yang tentunya membikin diri ini tak segan untuk menjura.

       Tentunya ruang baca ini masih jauh dari sempurna. Terik matahari masih terasa karena pohon besarnya terlajur ditebang semua. Akan butuh waktu untuk tempat ini menjadi adem di siang hari. Sekira ada lampu penerangan untuk membaca di kala malam tentu tempat ini bisa dijadikan alternatif sebagai tempat belajar bersama untuk anak-anak warga setempat.

       Perlu juga dipikirkan sirkulasi buku bacaan yang ada, dan yang kalah penting adalah kontinyuitas kegiatan di Ruang Baca Taman Matahari ini. 
Tentunya akan sangat menyedihkan bila ruang baca ini hanya sekedar numpang berdiri untuk menjadi suram kembali.

Selamat berjuang Ruang Baca Taman Matahari, semoga manfaatmu terus menyinari sisi gelap diri kami.


Loc: Ruang Baca Taman Matahari
Gg. Demangan, Gulang Kulon, Gulang, Kec. Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59381
https://maps.app.goo.gl/iKKFbPgNUy8K5uhH9

Night Sight Edition


       Gambar di atas bukanlah gambar yang sekali jadi dari hasil jepretan kamera. Diperlukan proses untuk membikinnya seperti itu. Bukanlah hal yang sulit untuk mengedit foto semacam itu. Karena saya cukup melakukannya dengan applikasi yang sudah terpasang di gadget saya.

       Untuk foto asli gambar di atas dapat dilihat dalam gambar di bawah ini. Foto saya ambil dengan HP saya sendiri, dengan applikasi kamera yang bernama Gcam, menggunakan menu Night Sight. Dari mana saya mendapatkan Gcam dan bagaimana cara memasangnya? Cari saja di kolom pencarian Google, jangan malas mencari tahu ya!


       Nah, lantas bagaimana cara saya mengedit fotonya menjadi seperti gambar yang di atas tadi? Beginilah ceritanya.

       Pertama kali yang saya lakukan adalah dengan mengirimkan foto aslinya ke applikasi yang bernama Picsay Pro. Kemudian dari menu Adjust saya memilih untuk melakukan cropping dengan resolusi 16:9. Konon resolusi 16:9 menjadikan gambar menjadi lebih cinematic dan dramatis. Ingat, perhatikan obyek dalam gambar saat melakukan cropping. Jangan sampai gambar dengan obyek manusia menjadi kehilangan kepalanya saat selesai dipotong.

       Masih di menu Adjust, saya memilih mengurangi Exposure, karena menurut selera mata saya foto asli tersebut terlalu banyak menangkap cahaya. Kemudian saya menambahkan sedikit Boost sesuai selera yang saya ingini.

      Beralih ke menu Effect, di sini saya menambahkan efek Vignette tipis-tipis, dan menambahkan sedikit efek Cross Process. Selesai sudah foto saya edit, dan tinggal disimpan.

       Yang saya lakukan selanjutnya adalah mengirimkan gambar hasil editan Picsay Pro ke applikasi bernama Add Watermark. Aplikasi ini fungsinya hanya untuk menambahkan tanda air. Lewat Picsay Pro bisa juga sih kalau mau menambahkan tanda air, tapi saya pribadi sudah terlanjur terbiasa dengan Add Watermark.

       Ada sedikit salah pencet saat akan mengunggah gambar yang telah saya beri tanda air. Di galeri bawaan HP, saya secara tidak sengaja memencet efek beautifully. Karena saya merasa tidak ada yang mengganggu kepuasan saya atas hasil editan tersebut, ya, sudah saya lanjut saja.

       Sedikit informasi ya, postingan ini pun sebenarnya adalah postingan ulang, karena sebelumnya sudah saya publish. Namun karena kecerobohan saya, post ini terhapus dari dashboard Blogger. Jadi pengen misuh kan, apalagi saya tidak menyimpan draftnya.
TEWEL!!!



       Berbicara mengenai foto editan, tentunya ada di antara kalian yang tidak menyukainya. Mungkin kalian merasa lebih sreg dengan hasil foto asli kamera. Menurut saya, itu soal selera sih. Tidak perlu diperdebatkan. Untuk hasil foto saya sendiri, suka-suka saya mau mengeditnya atau tidak. Sebagaimana saya menulis di blog ini, semuanya untuk kepuasan saya pribadi. Tugas saya bukan untuk memuaskan kalian semua. Emang saya lelaki apaan? Hih!

       Oh, iya, untuk gambar yang paling bawah, pengambilan gambar tetap menggunakan Gcam dengan mode potrait. Saya tidak mengedit foto tersebut, yang saya lakukan hanya menambahkan tanda air sebelum mengunggahnya ke sosial media.

Ketika Tiba-tiba Ingin Menulis Blog (Lagi)


       Ada kalanya keindahan itu bisa dinikmati dari jarak yang jauh, namun ada saatnya pula kita harus berhenti sejenak dan mengamati dari dekat untuk menemukan keindahan yang lain. Begitu banyak keindahan di sekitar kita yang terlalu sayang untuk sekedar kita lewatkan karena cara pandang kita yang tidak tepat. Bagaimanapun jarak pandang dan sudut pandang kita akan berpengaruh terhadap penilaian kita tentang keindahan.

       Saat hidup terasa berat dan dipenuhi dengan kecewa yang bercampur dengan segala macam kepedihan, mungkin hal ini dikarenakan jarak pandang dan sudut pandang kita tentang apa yang sedang kita alami itu sedang tidak pada titik yang tepat. Ada kalanya kita perlu memandangnya dari jauh atau sebaliknya kita perlu memandang lebih dekat segala tentang kesedihan itu sehingga hidup tetap terasa ringan dan menyenangkan.

       Kalau boleh meminjam liriknya Godfather of Broken Heart, Lord Didi Kempot, "Penak ora penak yo dipenak-penake. Seneng opo ora yo diseneng-senengke." Tentunya kebahagiaan hidup akan menyertai jalan kita.