Mie Ayam Poligami

Sore itu di sebuah warung mie ayam yang seluruh dindingnya terbuat dari anyaman bambu, yang lebar ruangannya tak lebih dari enam kali enam meter, alasnya tanah dan beratapkan seng, aku duduk menunggu pesananku datang dengan ditemani krupuk yang dibungkus plastik di atas meja panjang.

Di luar gerimis, di dalam hanya ada aku dan dua orang ibu-ibu muda yang juga sedang menunggu pesanan mereka tiba. Keduanya duduk di seberang mejaku, saling berhadapan. 

Ibu muda yang duduk menghadapku mengenakan jilbab model Jodha Akbar berwarna kunyit. Badannya berisi dan tidak begitu tinggi. Wajahnya cantik, kulitnya putih dan berhidung mancung. 

Sedangkan temannya yang duduk membelakangiku bertubuh lebih ramping dan sedikit lebih tinggi. Sekilas aku melihat manis wajahnya saat ia menerima es teh pesanannya. Ia mengenakan jilbab warna merah muda dengan style ala Hana yang diadaptasi dari jilbab seorang tokoh dari sebuah sinetron drama televisi. 

Mulanya aku tidak memperhatikan mereka, dalam kesendirianku aku sibuk memantau sosial media di layar gajetku. Minuman sudah datang namun mie ayam yang kupesan belumlah matang. Aku diam, mendengarkan suara gerimis menimpa atap.

Saat kedua ibu muda tersebut mulai berbincang tentang poligami, seluruh pendengaran aku arahkan ke meja mereka dengan tetap berpura-pura memandangi layar gajet agar tidak ketahuan kalau sedang mencuri dengar. 

Ibu muda berjilbab Jodha Akbar dengan suara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak menolak poligami. 

Dengan lembut ibu muda berjilbab Hana mencoba mengkonfirmasi ulang pernyataan ibu muda berjilbab Jodha Akbar, 

"Wah beneran setuju sama poligami ya Jeng?"

“Bener deh, saya sama sekali tidak masalah kalau ada seorang suami yang mau menikah lagi."

"Hebat Jeng ini, benar-benar bijaksana dan patuh pada suami. Yang penting suaminya bisa berbuat adil kan Jeng?“

"BUKAN,  yang paling penting itu BUKAN SUAMIKU yang mau menikah lagi!" Jawab ibu muda berjilbab Jodha Akbar cepat. 

Seketika lepas tawaku tanpa bisa aku tahan. Sambil memandang layar gajetku aku terus tertawa, seolah kelucuan itu berasal dari sana. 

Untunglah semangkuk mie ayam segera datang ke mejaku. 

“Selamat makan!“


4 komentar:

  1. bhahak..
    aku yo melu ngikik pas moco.
    aku yo pernah ngunu, rak sengojo nguping.. untung hape rak nganti mrucut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asem, jenengmu abot songgone Fiq 😂

      Hapus
  2. Eh emang Jodha Akbar sekarang pakai jilbab to? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe pokoknya yang dipakai di serial TV tersebut lah 😂

      Hapus