Tuhan Bersama Mereka

Mereka adalah anak-anak luar biasa, di sebuah Sekolah Luar Biasa, dengan guru-guru dan para pembimbing yang tentunya juga luar biasa.

Karena setiap anak dengan kebutuhan khusus, memiliki hak untuk mendapatkan tumbuh kembang yang baik, baik di tengah keluarga, masyarakat dan negara.

Mereka tidak butuh dikasihani, yang mereka butuhkan adalah kesetiaan seorang teman, sedikit lebih banyak perhatian, dukungan perilaku yang positif dan juga pendidikan yang adaptif --- yang memudahkankan mereka menyerap pelajaran --- serta pendidikan yang sifatnya kolaboratif dimana pembelajaran dirancang secara khusus untuk merespon kebutuhan anak-anak dengan melibatkan tenaga pendidik, orang tua, para ahli dan juga masyarakat.

Hari ini mereka belajar mengenal empon-empon, aneka rempah dan bermacam bumbu dapur dengan cara mengenali bentuk, rasa dan juga baunya. Bergantian anak-anak ini mengantri dengan tertib untuk mengenali jahe, kencur, kunyit, kunci, lengkuas, sereh, cengkeh, bawang merah, cabai, daun jeruk, ketumbar, merica dan masih banyak yang lainnya.
Setelahnya anak-anak ini menyiapkan bekas gelas plastik air mineral untuk dihias dengan selotip kemudian mengisinya dengan tanah dan mencoba menanam satu jenis empon-empon yang mereka pilih.

Mungkin saja suatu hari nanti anak-anak ini tidak akan setenar Marlee Matlin ataupun Stevie Wonder, mungkin juga tidak akan menjadi legenda seperti Ludwig Van Beethoven, dan mungkin mereka tak seajaib Jessica Cox dan Helen Keller. Yang pasti, kelak anak-anak ini nantinya akan menjadi "seseorang".
Yah, namanya juga mungkin, siapa tahu kelak salah seorang dari anak-anak ini malah melampaui orang-orang terkenal yang saya sebut sebelumnya.
Bagaimanapun Tuhan bersama mereka.




0 coretan kamu:

Posting Komentar