Bidadari Naik Becak

Mak.
Pagi tadi aku melihat bidadari.
Dia menumpang becak.
Dari arah makam Mbah Sunan, bersama ibunya ia pergi.

Beneran Mak.
Yang tadi itu bidadari.
Tak sekali pun dalam hidup, aku melihat perempuan berselubung cahaya.

Dan senyumnya itu Mak.
Tak mungkin kulupa.
Bumi saja berhenti rotasi demi menikmati tipis senyumannya.

Terserahlah Mak.
Orang-orang memang begitu.
Mana pernah mereka percaya atau mengerti tentang aku.

Aku dianggap gila Mak.
Mereka mentertawakanku.
Katanya tak pernah ada dalam cerita maupun nyata perihal bidadari menumpang becak.

Begitulah Mak.
Orang-orang tak akan pernah memahamiku.
Sebagaimana mereka juga keliru paham tentang status ini yang disangka puisi.

Mak.
Pagi tadi aku melihat bidadari.



0 coretan kamu:

Posting Komentar