Sebuah Kisah Tentang Hutang

Sore itu selepas kerja Budi Sasongko (bukan nama sebenarnya) leyeh-leyeh di beranda rumahnya. Datanglah si Polan tetangga Budi. Polan sedang kesulitan keuangan. Dia berencana meminjam uang pada Budi.

"Bod, pinjami duit dong. Aku lho ndak masalah misalkan kamu kenakan bunga atas pinjamanku itu."

Budi diam, keadaan tanggung bulan. Dia sebenarnya juga tidak punya uang.

"Maaf ya bro, lha aku juga lagi ndak ada duit ini. Nah gimana kalau kamu mau, aku bisa meminjami bunganya dulu sebanyak yang kau mau."

Polan langsung saja ngeloyor pergi tanpa pamit setelah mendengar jawaban Budi.

Di kemudian hari, Polan kembali mendatangi rumah Budi.

"Bod, turunlah sebentar. Aku perlu bicara penting padamu." Pinta Polan pada Budi yang sedang berada di atap rumah. 

Genteng Budi bocor, dan saat itu Budi sedang berusaha membetulkannya. Budi sebenarnya malas turun, pekerjaannya belumlah kelar. Namun Polan terus saja mendesaknya. Akhirnya Budi pun turun menemui Polan.

"Piye bro, ada apa?"

"Nggg...nganu Bod. Aku ingin meminjam uang. Bisa kan?"

Tanpa menjawab, Budi kembali naik ke atap. Kemudian dari atas genteng Budi berteriak,

"Naiklah kemari! Sebentar saja bro. Ada hal penting yang harus aku sampaikan."

Polan tetangga Budi menurut. Tertatih ia menaiki tangga. Sesampainya di atap, Budi berkata pelan,

"Nggg...nganu bro. Jadi gini, sebenarnya aku juga lagi tak punya uang. Ya maaf bro, aku tak bisa meminjamimu."



 (Diambil dari Kisah Nasruddin Hodja)
Sumber gambar: google.com


0 coretan kamu:

Posting Komentar