Mastah Ndakik

Perihal ndakik-ndakikan sepertinya tidak ada yang mampu melampaui Dawax. Level ndakiknya Dawax itu sudah sundul mega. Tak terjangkau! Hingga banyak orang memilih untuk menyerah daripada memperpanjang urusan dengan Dawax.

Apatah anda pernah melihat seseorang  yang berbuka puasa memakan kurma beserta bijinya? Dialah Dawax. Dan ketika ditanya kenapa dia makan kurma beserta bijinya, maka Dawax akan dengan taktis menjawab,
"Kurma ini waktu aku beli ditimbang beserta bijinya, masak iya aku begitu bodoh membuang sesuatu yang sudah aku bayar?"

Sejenak coba anda bayangkan mungkinkah hal berikut ini dapat terjadi kalau bukan Dawax yang menjadi tokoh utamanya?

Dawax sedang berada di Solo, dan dia memutuskan untuk jalan-jalan ke Pasar Klewer. Dawax tertarik pada sebuah celana panjang yang menurutnya bagus. Dan dia akhirnya memutuskan untuk membeli celana tersebut. Pemilik kios langsung membungkus celana tersebut dengan cekatan, namun saat akan mengulungkan bungkusan celana, pemilik kios dikejutkan oleh perkataan Dawax.

"Maaf pak ndak jadi, saya tidak jadi membeli celana ini, sepertinya jaket yang itu lebih menarik. Saya tukar celana panjangnya dengan jaket itu saja pak." 

Dawax mengarahkan telunjuknya pada jaket jeans yang diinginkannya. Pemilik kios setuju, kemudian membongkar bungkusan celana panjang dan menggantinya dengan jaket jeans yang dimaui Dawax.

Diterimanya bungkusan jaket dengan senang, kemudian Dawax langsung melenggang dengan santai meninggalkan kios pakaian tersebut.

Pemilik kios mengernyit, kemudian menyeru. "Hei kau kan belum membayar jaket itu?"

Dawax pun berhenti dan berbalik menghadap pemilik kios.
"Lho? Aku kan sudah mengembalikan celana panjang tadi, dan menukarnya dengan jaket ini?"

Pemilik kios semakin nyolot,
"Tapi kau belum membayar celana panjang itu!"

Wajah Dawax merah padam, kali ini ia marah sekali. Tak mau kalah dengan pemilik kios, ia pun berteriak.
"Untuk apa aku membayar celana panjang yang tak jadi kubeli? Kau adalah orang paling aneh sedunia!"

Nah kan, nah kan. Kalau ceritanya menjadi seperti itu kalian masih mau memperpanjang urusan dengan Dawax?
Kalau aku sih, membayangkannya saja aku sudah tak sanggup!




Masih mengambil kisah dari Nasruddin Hodja, dan masih Dawax sebagai tokoh utamanya. 

Sumber gambar: google.com



0 coretan kamu:

Posting Komentar