Ketika Pakaian Butuh Makan

Bagi yang sudah lama mengenal Dawax tentu tak akan kaget dengan kebiasaannya yang jarang mandi dan ganti pakaian.
Teman-temannya bisa memaklumi apa yang dilakukan pemuda mbambung yang satu ini.

Biarpun tak memiliki pekerjaan tetap dan hidup berpindah dari satu kota ke kota lain, Dawax cukup terkenal di kalangan tukang oprek hape sejak jaman symbian sampai berganti ke android. Sehingga banyak orang --- kebanyakan abege alay sih --- yang menyebutnya mastah (mungkin kalau dipanjangin jadi masuk angin muntah-muntah).

Konon peristiwa ini terjadi ketika Dawax masih ngekos di Sidoarjo. Menurut sumber yang tidak mungkin saya sebutkan namanya ini, pada suatu malam Dawax menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh tetangganya di Sidoarjo. Tuan rumah merupakan orang kaya di daerah tersebut, seluruh warga kampung diundangnya pesta makan besar di rumahnya yang luas. Dan Dawax termasuk salah satu undangan dalam acara tersebut.

Dawax hadir ke acara tersebut dengan pakaiannya yang sudah tiga hari tidak ganti, dan tentu saja dia belum mandi. Cambang dan kumisnya pun awut-awutan tak tersentuh pisau cukur. Alhasil, di lokasi pesta tak ada satu pun orang yang menyapa Dawax. Bahkan tuan rumah juga mengabaikannya. Clingak-clinguk Dawax memantau situasi, dan memang benar orang-orang disitu menghindar darinya.

Dengan hati mangkel Dawax meninggalkan pesta tersebut. Tak mengapa batal makan malam gratis, perut laparnya masih bisa menunggu. Sesampainya di kos, Dawax langsung mandi keramas dan bercukur. Kemudian dikenakanlah pakaian terbaik yang dimilikinya. (Dawax berubah ganteng? Nggak sih masih tetep jelek kok)

Berbekal pakaian rapi dan aroma wangi yang menguar dari tubuhnya. Dawax kembali mendatangi tempat pesta.
Kali ini tuan rumah langsung menyambut ramah kedatangan Dawax, dan langsung diantarnya ke meja yang dipenuhi berbagai hidangan yang menggugah selera.

"Silakan dinikmati hidangannya Pak, maaf seadannya. Kalau mau nyanyi atau request lagu bisa langsung ke panggung hiburan Pak." Tawar tuan rumah mencoba ramah kepada Dawax.

Dawax cuma mesam-mesem nyengir seperti biasanya, kemudian dilepaskanlah pakaian yang dikenakannya. Para tamu dan yang hadir di pesta tersebut terkejut melihat kelakuan Dawax. Diletakkannya pakaian yang sudah lepas itu diatas meja, kemudian Dawax mulai berbicara kepada pakaiannya.

"Nah, sekarang kamu nikmati hidangan yang ada. Makan yang kenyang ya. Di sini orang-orang cuma memandang pakaian. Aku pulang ke kos dulu, daagh."

Segera Dawax ngeloyor pergi meninggalkan pakaiannya yang wangi di meja makan, meninggalkan para tamu undangan dan juga tuan rumah yang hanya mampu bengong melotot memandangi punggung Dawax meninggalkan rumahnya, sedang jauh di dalam hatinya terdengar teriakan penuh tanya, "Mengapa harus ada Dawax dalam daftar undangannya?"


_______


(Cerita ini bohong belaka, adapun isi cerita dipengaruhi dari Kisah Nasruddin Hodja.)

Sumber gambar: google.com




0 coretan kamu:

Posting Komentar