Gelap Layu

Saat itu banyak bintang.
Malam yang tidak tepat untuk hati yang kacau.

Aku marah.
Aku keluarkan hatiku dari rongga dada, dan kutinggalkan begitu saja di sebuah bangku tunggu terminal antar kota.

Siapa peduli aku melangkah ke sana kemari tanpa hati?
Aku pun tidak, biar saja selanjutnya berjalan tanpa perasaan.

Kini di malam hari.
Gelap wajahku lebih hitam dari malam.
Dan di siang hari.
Aku serupa daun yang kehilangan hijaunya.


0 coretan kamu:

Posting Komentar