Bingkisan

Datang siang ini sebuah bingkisan yang dikirimkan kurir jasa paket kilat yang tertuju kepadaku dengan alamat yang jelas beserta RT RW dan kodepos. Terbungkus begitu rapi dan terdapat peringatan di sana-sini.

"Tolong jangan dibanting!"
"Tolong jangan diinjak!"

Dan banyak tolong tolong yang lain.

"Waini jangan-jangan ini bingkisan yang teramat berharga hingga membutuhkan banyak pertolongan" pikirku.

Atau bisa jadi ini bingkisan Tuhan bagiku yang berisi semacam petunjuk ke mana aku menemukan jodohku. Kalau dari segi ukuran aku masih waras untuk tidak berpikir bingkisan ini berisi pacar apalagi mantan.

Hati-hati dan sedikit tergesa aku membuka bingkisan sesuai anjuran yang tertulis di kertas pembungkus.
Setelah melewati tiga lapis kertas yang berbeda ketebalannya ternyata isi bingkisan masih belum sepenuhnya terbuka karena masih ada plastik kresek hitam yang membalutnya rapat.

Tadaa...

Setelah kresek aku sobek-sobek ternyata isinya buku lagi buku lagi.
Dan diantara buku yang ada dalam bungkusan tidak aku temukan yang namanya buku nikah.

Lha ini bisa jadi persoalan, percuma punya banyak koleksi buku tebal kalau ternyata buku nikah yang dimensinya sekecil itu saja aku tak punya.
Hih, apa kata dunia?


0 coretan kamu:

Posting Komentar