Nak

Nak, ingatkan aku...
Untuk tidak memenjarakanmu dalam pagar larangan.
Untuk tidak mengikatmu pada rambu perintah yang kaku.

Nak, ingatkan aku...
Untuk membekalimu dengan kesadaran sebab akibat.
Untuk membebaskanmu mengetahui ragam pilihan jalan.

Nak, ingatkan aku...
Bahwa hidupmu bukanlah tentang keinginanku.
Bahwa arah yang sama tidak selalu melalui jalan yang sama pula.

Nak, ingatkan aku...
Bahwa dirimu bukan sekedar anakku.
Tuhan pun punya kehendak atas hidupmu.
Maha Agung nama Tuhanmu,
Yang mempunyai Kebesaran dan Karunia.

Waiting Room

Di tempat ini cuma ada kemarin dan hari ini.
Esok atau lusa tak pernah ada.
Begitu lama aku menanti, tanpa pernah melangkah pergi.
Betapa aku ingin mencoba, tetap di sini aku berada.

Di ruang tunggu ini,
tak ada jendela untuk melihat ke depan.
Langit-langit bising membicarakan kenangan,
dan suram masa lalu adalah lukisan di dindingnya.
Aku bebas melangkah, namun tetap kembali di petak lantai yang sama.

Kekasih...
Malam ini lamat kudengar nama-Mu disebut,
Rindu ini pecah,
berkejaran ingin jumpa meninggalkan ruang penuh carut-marut.

Kekasih...
Engkau menjumpai jiwaku yang karut-marut.
Sungguh tubuh ini di luar kuasaku,
keagunganMu membuatku bersujud,
mengalirkan tetes-tetes sesal di sudut mataku.

Aku bisa apa bila pintu cinta ruang tunggu ini tidak Engkau buka?
Ampuni aku, dan
beri cahaya di sepanjang jalan menuju singgasana kasihMu.
Tanpa pertolonganMu.
Mati rindu di ruang tunggu....