Teliti Sebelum Membagi

Seiring bertambahnya pengguna internet di negeri ini, arus informasi yang beredar di media sosial pun menjadi semakin cepat. Informasi dalam bentuk apa pun itu begitu cepat menyebar di internet, entah melalui portal berita, blog, atau media sosial macam twitter, facebook, path, youtube, dll. Konten berita, gambar dan video begitu mudah diakses siapa saja dan di mana saja.

Kebanyakan pengguna sosial media tidak membaca seluruh informasi yang ditampilkan. Mereka melakukan scanning terlebih dahulu baru kemudian membaca informasi yang ada. Perilaku scanning ini membuat para penyedia informasi berlomba menyajikan sesuatu yang dikemas menarik, agar pengguna sosial media menjadi terjerat untuk membacanya. Kemudian yang terjadi adalah munculnya informasi-informasi yang jauh dari kenyataan yang ada. Judul berita dibuat bombastis dengan isi berita seadanya. Gambar-gambar dieksploitasi supaya menjadi hits di sosial media, tengok saja gambar anak-anak yang menderita sakit atau korban perang yang diumbar agar menjadi trending topic. Sering pula judul-judul video si anu bugil dan semacamnya digunakan para pelaku kejahatan dunia cyber untuk menyebar spam dan melakukan aksi phising.

Sekarang ini mencari informasi di internet perlu ekstra hati-hati, jangan sampai terjerumus pada informasi palsu yang menyesatkan atau fitnahan belaka. Dan parahnya para pengguna internet/media sosial saat menerima sebuah informasi begitu pemurah dan responsif untuk membagikan informasi tersebut ke orang lain. Mereka tak ingin disebut "kudet" kalau tak segera mengabarkan sebuah berita yang ngehits kepada khalayak. Coba tanya pada diri anda sendiri, sesering apa anda membagi sebuah informasi padahal cuma judulnya saja yang anda baca bukan isinya. Taruhlah kalau isi berita itu benar, lha kalau isinya fitnah? Bukankah anda jadi ikut menyebar fitnah?

Saat melihat gambar di internet pun kebanyakan orang langsung percaya dan bersemangat menyebarkannya tanpa berpikir ini asli ataukah sudah dimanipulasi. Apa sih susahnya memanipulasi gambar di zaman sekarang ini? Anda tak perlu mahir Photosop kok kalau cuma untuk mengedit gambar. Saya cuma bermodal device android low end murah meriah sudah bisa bikin dua gambar seperti di bawah ini menjadi berbeda dengan gambar aslinya. Bayangkan kalau orang yang punya perangkat lebih canggih tentu sangat mudah buat mereka untuk memanipulasi sebuah gambar.





Akan semakin banyak informasi dan berita yang kita terima dari berbagai sumber di internet. Semakin banyak kepentingan untuk disebarluaskan, entah itu untuk kebaikan atau keburukan. Nyaris tak ada etika dalam penyebaran informasi yang ada, seakan semuanya benar adanya. Tinggal bagaimana sikap kita dalam menerima informasi/berita yang ada. Sebisa mungkin pastikan sumber berita itu terpercaya, sudah cukup banyak yang jadi korban sumber berita abal-abal, kamu mau ikut jadi korbannya? Pahami isi berita yang ada kalau perlu ketahui juga motif dari pembuat berita, jangan cuma judul dibaca kemudian dibagi-bagikan begitu saja. Berbagilah informasi yang benar di media sosial atau internet, mungkin seratus atau lima ratus tahun lagi informasi yang anda bagi akan menjadi satu prasasti untuk generasi yang akan datang. Jangan sampai anak cucu anda nanti tersesat dalam ketidakpastian sejarah karena kesalahan penulisan informasi hari ini.
Ingat, teliti sebelum membagi!