Butiran Debu

Jejak-jejakmu telah terbang bersama kering debu kemarau.
Yang tersisa; sedikit kenangan bersarang di benak yang mulai diragukan kewarasannya.

Dalam gilaku; jemariku sibuk mengais jendela kaca berdebu, mencoba kumpulkan tiap butir jejakmu.

Saat sadarku; inisial namamu ada di semua jendela kaca rumahku.