Karena Sebuah Senyum

Karena senyummu tweet ini tercipta:

~ Menerima senyum tulusmu yang malu-malu siang itu, luruhkan seluruh beban batinku. Sepertinya rindu akan mulai mengancamku.

~ Tetaplah bersembunyi, dan aku tetap terus mencari.

~ Belum bertemu pemilik senyum malu-malu, hujan dari pagi percikkan dingin rindu. 

~ Cuaca seperti ini tentunya akan senikmat gorengan hangat bila kujumpai senyum malumu.

~ Sekelebatan saja, mengoyak rasa. 

~ Siang ini senyummu agak kaku, apa karena jarak kita terlalu dekat hingga kau dengar debar rindu jantungku?

~ Masih memikirkan senyummu yang malu-malu kepadaku, nyatakah dan akankah esok senyum itu hadir lagi?

~ Senyummu itu sederhana, namun begitu berbahaya; dan aku mabuk karenanya. 

~ Bayangmu saja tak tampak, senyummu tak lagi kujumpai; kiranya rindu sedang diuji. 

~ Tanpa terduga kujumpai senyum sejukmu di terik siang ini.

~ Lalu bagaimana aku bisa mencintai atau membencimu? Bahkan namamu pun aku tak tahu, yang aku tahu cuma senyummu yang malu-malu.

~ Senyumu hadirkan rasa di dada, dan tawamu selalu kurindu. 

~Sudah Sabtu, dan aku masih saja belum tahu siapa namamu.

~Gelapku; bukanlah saat lampu-lampu dipadamkankan melainkan saat senyum-senyum tak lagi kutemukan.

Sebagai penutup saya kutip kalimat dari KH.Mustofa Bisri (Gus Mus) "Kalau tak bisa tersenyum, setidaknya janganlah cemberut. Jagalah keindahan wajahmu."

0 coretan kamu:

Posting Komentar