Aku, Perempuan Itu dan Sepakbola

Setiap habis main bola selalu ada luka di anggota tubuhku, namun tak pernah kumerasa menderita karena ada bahagia di sana.

Entah sudah berapa kali tangan dan kaki mengalami dislokasi sendi, namun setelah sakit berganti selalu saja aku bermain lagi.

Dulu perempuan itu selalu memeriksa keadaanku setiap kali aku selesai bermain, ada khawatir di wajahnya tiap kali melihat luka yang ada.

Namun tak sekalipun perempuan itu melarangku bermain, karena dia tahu semua lukaku sebanding dengan ceriaku.

Tak pernah sekalipun perempuan itu melihatku bertanding, bukan karena tak suka bol, tapi karena tak sanggup melihatku luka.

Saat parah cidera yang menimpa, dia pun menitikkan air mata, sedikit egois dia berkata "Kalau begini terus,apalagi yang tersisa buatku mas?" 

Tak pernah kusesali cidera yang kualami karena bermain bola, dan perempuan itu ikut merasakan sakit karena cintanya.

Betapa ironisnya cinta, perempuan itu begitu mencintaiku namun aku terlanjur cinta pada sepakbola.

0 coretan kamu:

Posting Komentar