Kampung Gossip

Di kampung gossip tinggalah seorang perempuan yang sangat eksis dalam bergossip. Setiap peristiwa tak pernah luput dari pengamatannya, dan tentu saja dia selalu update gossip-gossip terbaru di sekitar lingkungannya. Suatu ketika dia menebarkan gossip tentang tetangganya, hingga dalam waktu yang tak begitu lama seisi kampung gossip mengetahui ceritanya. Dan hal ini mengakibatkan tetangganya tersebut sangat terpukul dan sakit hati, karena berita itu sama sekali tidak benar adanya.

Sampai pada akhirnya perempuan penyebar gossip ini menyadari kalau berita yang disebarkannya tidak benar, dan dia pun menyesali perbuatannya yang telah melukai hati tetanganya itu. Dia ingin meminta maaf pada tetangganya namun tetangganya itu telah terlanjur pindah kampung akibat dari pemberitaan yang salah tentang dirinya. Dan perempuan gossip ini tidak tahu ke mana tetangganya sekarang ini.

Dalam penyesalannya perempuan gossip ini pergi ke orang bijak yang tinggal di luar kampung gossip. Perempuan ini ingin mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk menebus kesalahan yang pernah dia perbuat.
Orang bijak ini berkata "Pergilah ke pasar, beli seekor ayam dan bunuh ayam tersebut! Dalam perjalanan pulang cabuti bulunya satu persatu kemudian buang di sepanjang perjalanan pulang," lanjut orang bijak tersebut. Meskipun merasa aneh dengan perintah ini perempuan gossip itu tetap melakukan apa yang diperintahkan orang bijak tersebut.

Keesokan harinya dia kembali menemui orang bijak untuk menanyakan apa yang harus dilakukan selanjutnya. "Sekarang pergilah, dan kumpulkan semua bulu yang kemarin kamu sebar dan bawa kembali kepadaku," kata orang bijak.

Seharian penuh perempuan ini menyusuri jalanan yang sama mencari bulu-bulu yang dia buang kemarin, namun angin telah menyebarkan bulu-bulu tersebut ke segala tempat. Sampai akhirnya dia menyerah dan kembali ke tempat orang bijak dengan hanya membawa beberapa helai bulu yang berhasil ditemuinya.

"Lihat kan!" Kata orang bijak, "Sangat mudah menyebarkannya, namun tidak mungkin menariknya kembali. Begitu pula dengan gossip. Tidak sulit menyebarluaskan isu, namun sekali terlempar, anda tidak akan pernah secara penuh memperbaiki kesalahan anda."

Note: Adalah penting untuk menjaga apa yang masuk ke mulut, tetapi lebih penting untuk menjaga apa yang keluar dari mulut.

Aku, Perempuan Itu dan Sepakbola

Setiap habis main bola selalu ada luka di anggota tubuhku, namun tak pernah kumerasa menderita karena ada bahagia di sana.

Entah sudah berapa kali tangan dan kaki mengalami dislokasi sendi, namun setelah sakit berganti selalu saja aku bermain lagi.

Dulu perempuan itu selalu memeriksa keadaanku setiap kali aku selesai bermain, ada khawatir di wajahnya tiap kali melihat luka yang ada.

Namun tak sekalipun perempuan itu melarangku bermain, karena dia tahu semua lukaku sebanding dengan ceriaku.

Tak pernah sekalipun perempuan itu melihatku bertanding, bukan karena tak suka bol, tapi karena tak sanggup melihatku luka.

Saat parah cidera yang menimpa, dia pun menitikkan air mata, sedikit egois dia berkata "Kalau begini terus,apalagi yang tersisa buatku mas?" 

Tak pernah kusesali cidera yang kualami karena bermain bola, dan perempuan itu ikut merasakan sakit karena cintanya.

Betapa ironisnya cinta, perempuan itu begitu mencintaiku namun aku terlanjur cinta pada sepakbola.

Usaha

Malam ini saya mendapat sms dari rekan kerja yang sedang bertugas di pos sebelah. Dia mengeluh kepada saya kalau perutnya lapar. Saya pun membalas smsnya, saya katakan saya punya persediaan mie instant. Kembali rekan saya tersebut mengirimkan sms "Memangnya kamu sudah makan?" Dan saya jawab "Ini baru akan mulai makan." Dia kembali sms "Sepertinya enak ya?" Dan kujawab "Orang kalau mau enak musti usaha." Dan dia pun tertawa dengan sms balasan saya.

Setelah selesai makan saya pun menyadari ternyata untuk mengenyangkan perut yang lapar diperlukan usaha yang rumit. Kenapa saya bilang rumit? Karena untuk makan diperlukan banyak usaha untuk mendapatkan hasil perut yang kenyang. Seperti usaha mendapatkan uang untuk membeli makanan,usaha memasak bahan makanan, dan banyak usaha-usaha yang lainnya.

Cuma mengeluh tak 'kan bisa mengenyangkan perut yang lapar. Untuk mendapatkan hasil perut kenyang diperlukan banyak usaha yang kompleks dan saling berkaitan. Jangan bermimpi mengubah hidup kalau cuma bisa mengeluh dan tak mau berusaha dengan keras. Bahkan orang yang sudah berusaha dengan keras pun terkadang tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Hal-hal seperti ini tentu telah kita ketahui namun seringkali kita terlupa dan tidak kita sadari. Karena kita seringkali meremehkan segala sesuatu yang sudah diketahui.

Menurut saya yang disebut usaha itu meliputi: perencanaan, tindakan/aksi ,dan doa. Dengan tiga elemen tersebut akan didapatkan hasil dari usaha. Kalau salah satu dari tiga hal tersebut tidak dipenuhi maka hasilnya tidak bisa disebut dengan hasil usaha.

Di sini akhirnya saya menyadari ternyata banyak hal dalam hidup ini yang belum saya usahakan untuk mencapai apa yang saya inginkan.
Ternyata saya lebih sering hanya mengeluh tanpa melakukan usaha yang nyata. Semua rencana dan keinginan tak akan berarti tanpa tindakan dan doa yang menyertainya.