Keblingerologi

Kalau saja ada sekolah yang mengajarkan ilmu keblingerologi mungkin saya akan mempelajarinya dengan seksama biar diri saya ini pantas mendapatkan gelar keblingerolog.
Lah keblingerologi apaan sih? Pastinya anda bertanya-tanya saat membaca kata tersebut, hehehe saya juga bingung karena kata tersebut muncul begitu saja saat saya sedang mandi.
Makanya tidak perlu heran kalau kata tersebut tidak dapat anda jumpai di Kamus Besar Bahasa Indonesia, karena itulah biar saya yang mengartikannya untuk anda dengan pemikiran saya yang keblinger ini.

Keblingerologi diambil dari kata dasar keblinger (Jawa) yang kalau secara terminologi bisa diartikan sebagai salah jalan/salah langkah dalam tindakan/perbuatan. Namun saya memaknai keblinger adalah pola pikir atau tindakan yang salah yang kita lakukan meskipun sebenarnya kita tahu kalau pemikiran/tindakan yang kita lakukan adalah salah, atau dengan kata lain keblinger adalah kesalahan yang telah disadari tapi terus saja dilakukan secara berulang-ulang.

Dan dalam hal ini saya rasa diri saya ini termasuk orang yang keblinger, terlalu banyak kesalahan-kesalahan yang saya perbuat di dalam hidup dan terus saja saya lakukan, mungkin anda menyebut ini sebagai kebodohan, namun bagi saya ada perbedaan antara kebodohan dan keblinger. Untuk menghilangkan kebodohan lebih mudah daripada menyadarkan orang yang sudah keblinger.
Kalau orang bodoh dikasih pengertian yang jelas tentu dia akan menjadi pintar, beda dengan orang keblinger, saat diberi pengertian dia pasti mengiyakan karena sebenarnya dia juga sudah tahu di mana letak kesalahannya, dan tetap saja dia menjadi orang yang keblinger karena melakukan kesalahan itu lagi dengan sadarnya.

Banyak contoh dalam hidup ini yang menunjukkan kalau sebenarnya manusia zaman sekarang banyak yang terjerumus ke dalam tindakan yang keblinger, saya rasa semua perokok di dunia sebenarnya sadar dan mengerti kalau rokok tidak baik untuk kesehatan, namun tetap saja mereka merokok setiap harinya.
Seorang koruptor pun saya yakin kalau mereka juga sadar kalau perbuatannya akan merugikan orang lain, namun kenyataannya makin banyak koruptor yang beraksi di negri ini.
Teman saya yang senang beli togel pun sadar kalau peluang untuk menang sangat kecil dan resikonya tertangkap polisi, namun tetap saja dia beli togel setiap ada kesempatan.
Banyak contoh-contoh lain yang bisa mengindikasikan seseorang sudah masuk ke dalam tindakan/perbuatan yang keblinger. Sesuatu yang sebenarnya kita sadari kalau itu salah namun tetap kita lakukan.

Seandainya ada sekolah yang mempelajari keblingerologi, tentu saya akan mempelajarinya supaya tidak masuk dalam golongan manusia yang keblinger.
Kita sadari atau tidak seringkali kita terlibat di dalam tindakan dan pemikiran yang keblinger, tak cukup dengan akal fikir untuk menyembuhkan orang yang keblinger, diperlukan kesadaran nurani dari yang bersangkutan untuk mengakhiri tindakan/pemikiran keblingernya.
Dan tentunya dengan do'a dan ijin dari DIA Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia.
Semoga DIA segera membuang pemikiran dan tindakanku yang selama ini keliru dan aku belum bisa meninggalkannya.

Sekian dulu tulisan saya kali ini,
jangan-jangan tulisan ini juga termasuk tulisan yang keblinger?
Hehehe. . . .

2 komentar:

  1. wekz.. baru tau kalo ada keblingerologi.. ada 2 aja.. ga sekalian keblingerisme

    BalasHapus
  2. hkhkh keblingerisme ntu sifat hehehe kalo keblingerologi ntu elmu na hkhkhk maki keblinger neh kekna...

    BalasHapus