Negeri yang Terancam

Saat orang-orang besar negri ini sedang sibuk berebut kekuasaan, saling beriklan mempromosikan keunggulan masing-masing kubu dan saling mengekspose kelemahan lawan layaknya iklan operator seluler, Malaysia negara serumpun kita memulai lagi melakukan manuver merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mungkinkah Malaysia sedang berusaha mencari kelengahan para pemimpin bangsa ini yang sedang meributkan kekuasaan di dalam negri?
Yang jelas Kapal-kapal perang Kerajaan Malaysia beberapa kali melakukan pelanggaran batas wilayah NKRI. Dari Januari 2009 hingga April tercatat 9 kali kapal perang Malaysia melintasi wilayah perairan Indonesia.

Berikut ini data pelanggaran perbatasan yang dilakukan oleh Malaysia yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber:
8 April 2005
Dimana Kapal Republik Indonesia Tedong Naga (Indonesia) terpaksa menyerempet Kapal Diraja Rencong (Malaysia) sebanyak tiga kali untuk mengusirnya dari perairan Indonesia
24 Februari 2007
kapal perang Malaysia KD Budiman dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh satu mil laut. Memasuki sore hari, di hari yang sama, kapal perang KD Sri Perlis melintas dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah Republik Indonesia sejauh dua mil laut yang setelah itu dibayang-bayangi KRI Welang. Kedua kapal berhasil diusir keluar wilayah Republik Indonesia..
25 Februari 2007
KD Sri Perli memasuki wilayah RI sejauh 3.000 yard yang akhirnya diusir keluar oleh KRI Untung Suropati. Tak lama berselang, satu pesawat udara patroli maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Superking melintas di wilayah RI sejauh 3.000 yard.
Dan yang sedang hangat hangatnya 25 Mei 2009
kapal perang milik angkatan laut Malaysia, yakni KD Yu-3508 ditemukan kapal Indonesia KRI Untung Suropati berada di wilayah Ambalat. KD Yu mengatakan bahwa tujuannya ke Tawau, namun begitu KRI Untung Suropati berhasil mengusirnya.
Lalu pada 29 Mei belasan kapal berbendera Malaysia, berhasil terdeteksi pesawat pengintai TNI Angkatan Udara di perairan batas terluar blok Ambalat. Salah satu diantaranya adalah kapal perang patroli Jerong milik Tentara Diraja Malaysia.
Yang terakhir Sabtu 30 Mei 2009 sekitar pukul 06.00 WITA secara terang terangan kapal milik angakatan laut Malaysia KD Baung-3509 melakukan provokasi dengan memasuki wilayah perairan Indonesia sejauh 7,3 mil laut pada posisi 04,00,00 lintang utara,118,09,00 bujur timur dengan kecepatan 11 knot.
Pelanggaran ini terdeteksi oleh KRI Untung Surapati-872 yang sedang berpatroli di perairan ambalat,dan akhirnya berhasil diusir keluar dari wilayah NKRI meski sempat terjadi ketegangan 1,5 jam selama "shadowing"

Meski berkali-kali terjadi pelanggaran dari pihak luar tapi kontak senjata belum pernah terjadi, hal ini dikarenakan adanya Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/158/IV/2005 tanggal 21 April 2005 bahwa pada masa damai, unsur TNI AL di wilayah perbatasan RI-Malaysia harus mengedepankan perdamaian dan TNI AL hanya diperbolehkan melepaskan tembakan bilamana diawali adanya tembakan dari pihak Malaysia.
Tampaknya dalam hal ini Malaysia memang sengaja memancing kesabaran NKRI mengingat lemahnya posisi tawar diplomasi Indonesia di mata dunia, dan mata mereka terus mengintai menunggu kelengahan NKRI untuk kemudian mencoplok sebagian wilayah NKRI.
Apakah Blok Ambalat akan lepas dari wilayah NKRI?
Semoga tidak.
Mudah-mudahan para pembesar negeri ini yang sedang sibuk bersaing mengejar kekuasaan tidak lupa bahwa kedaulatan Negara wajib untuk dipertahankan dan harga diri sebuah Bangsa patut untuk dijaga.
Tentunya manusia manusia berbintang itu mengerti akan hal ini .


(diolah dari berbagai sumber)

7 komentar:

  1. Petinggi2 lg pada bego2 x yah, ngakuin barangnya aj ga bs, rmh ud d bobol maling msh anteng2 wae

    BalasHapus
  2. walah kacau-kacau.... kacau semuanya x(

    BalasHapus
  3. cuma bisa berdo'a.... :f semoga semuanya baik baik aja

    BalasHapus
  4. long time no see....en, dah berubah tampilannya...wkekeke...salam dan sukses yah...

    BalasHapus
  5. salam yah tuk anak-anak reporo....keep blogging, bro...

    BalasHapus
  6. kali ini kejadiannya kebalk sama yang tahun 60-an..
    dulu indonesia kan konfrontasi ke malaysia, sekarang........................

    BalasHapus
  7. @maskaryo:
    kapan kapan saya sampaikan mas... makasih atas kunjungannya.

    @alvien:
    benarkah terbalik???
    kenapa dulu Indonesia konfrontasi ke malaysia ????
    apakah sebabnya????

    BalasHapus