Penantian Kita

Lama sudah engkau menanti
satu kata yang harus kuucap,
dan aku pun tahu pasti
balas kata yang 'kan kau ucap.

Sedikit orang yang mengerti isi hati.
Lebih sedikit lagi yang mengikutinya.
Demikian halnya dengan aku,
mencoba memahami namun terhalang ragu.

Keyakinanku kini menguat,
dan inilah waktu yang tepat.

Saat semua pintu tertutup,
di mana titik embun mulai merapat.
Bersama angin menyusuri gelap redup,
rasailah hadirku walau sekejap.

Dan malam ini,
saat bulan sepenggal memucat pudar,
dengarkanlah kumengucap.
Aku cinta padamu.

Semoga ini tak 'kan pernah terlambat.

--
Posted from My Sony Ericsson mobile phone

3 komentar:

  1. ceritanya sama2 menanti yak..... :x

    keren puisinya... sayang aq gak pernah bisa merangkai kata2 seperti ini, bak pujangga sajo.... hehehehehehe

    tp kalau dirimu emang pantas kok dianggap pujangga sama kayak si afiq ntu.

    BalasHapus
  2. Terima kasih ah vie. . . dirimu terlalu memuji :p

    Duh emoticon nya masih gak ngefek. . . salahnya d mana ya?

    BalasHapus
  3. coba rasakan firasat
    sekejap tak sesaat
    tak ada kata terlambat
    walau hanya isyarat

    #vie_three: si afiq yang mana yang kamu maksud? :P
    *tengok kanan-kiri*

    BalasHapus