Mari Ramai-ramai Nyerbu TPS

Walah melihat judulnya sepertinya saya jadi ikut-ikutan latah mengambil tema tentang PEMILU 2009, wotteperlah kata orang, yang jelas tulisan ini tak ada sangkut pautnya dan sama sekali tidak  mengikuti kompetisi blogging yang bertajuk SUKSESKAN KAMPANYE DAMAI PEMILU 2009 yang marak menghiasi dunia perbloggingan Nusantara.

Akhir-akhir ini memang lagi ramai-ramainya kampanye Pemilu Legislatif yang rencananya akan digelar 9 April 2009 . Di mana-mana orang ngobrolin Pemilu dan caleg-caleg wakil dari partai-partai yang berlaga 9 April nanti. Daripada nyesakin otak saya yang sudah muntah tumpah mikirin hidup saya yang nggak jelas mendingan masalah Pemilu ini saya coretin saja di sini.

Saya termasuk golongan orang yang tidak merasakan hiruk-pikuk pesta demokrasi yang akan digelar ini. Bahkan boleh dibilang masa bodoh Pemilu akan jadi tanggal 9 April atau diundur. Partai mana yang menang pun saya nggak pernah peduli. Hehehe dan parahnya lagi sampai sekarang pun saya masih belum tahu nama saya sudah terdaftar sebagai peserta Pemilu atau belum (entar ah nanya emak). Teserah anda mau bilang saya nggak nasionalis atau mau menyebut saya orang aneh juga boleh, tapi yang jelas saya tetep cinta sama Negara Kesatuan Repulik Indonesia ini dan rela berkorban jiwa dan raga. Tapi kalo masalah politik kayak gini memang dari dulu saya enggan bersinggungan, mungkin karena doktrin 'politik itu kejam' sudah mendarah daging dalam hidup saya hingga saya jadi males berdekatan dengan dunia politik.

Gara-gara pesta demokrasi inilah akhir-akhir ini banyak muncul drama-drama komedi yang membuat saya nyengir setan kalau mengingatnya. Kalau dipikir-pikir lucu melihat orang-orang yang ngambil peran di pesta ini.
Sekitar enam bulan yang lalu bertempat di warung kopi langganan saya, lagi nikmat-nikmatnya nyeruput kopi susu mendadak muncul lelaki berpakaian rapi. Semua pengunjung di warung itu disalaminya. Wah ada apa nih? Setelah nanya teman sebelah ternyata lelaki tersebut seorang caleg yang akan bertarung di Pemilu kali ini. Kontan secara otomatis bibir saya nyengir setan tanpa dikomando. Dan kejutan lelaki ini tak cuma sampai di situ, semua pengunjung yang ada ditraktir olehnya, hahaha tawa iblis bergema di kepala saya. Pamrih, pamrih dan pamrih cuma itu yang ada di pikiran saya kala itu. Andai dia tidak jadi caleg apa mungkin dia jadi seramah dan sebaik itu?? Lha saya sama lelaki itu sebenarnya tetanggaan tapi saya baru mengenalnya setelah dia jadi caleg, so ke mana keramahan dan kedermawanannya sebelum jadi caleg?

Ada sebuah lapangan bulu tangkis di tempat saya yang tidak terawat hingga akhirnya cuma dipakai ibu-ibu buat jemur pakaian di siang hari. Mendadak lapangan tersebut terang benderang kala malam dan kegiatan main bulu tangkis jalan lagi. Usut punya usut ternyata ulah sang caleglah yang menghidupkan kembali lapangan yang sudah mati itu wah wah wah kok tidak dari dulu pak?

Selain kisah lucu dari para caleg, ada juga cerita menggelikan dari para 'sabet' (red=pencari massa) . Para caleg ini tidak segan-segan mendanai orang-orang yang dianggap bisa menggalang massa. Makanya jangan heran kalau melihat caleg yang berwajah santun dan alim mendadak berjalan bersama orang berperawakan serem yang lebih pantss jadi preman terminal. Hehe mungkin anda juga merasa kalo saat ini terminal jadi sepi dari preman-preman serem. Mereka bukannya takut dengan operasi anti preman yang digelar POLRI melainkan sudah beralih profesi jadi sabetnya para caleg.

Ada seorang teman saya yang kerjaannya suka menggantungkan hidupnya pada orang lain, pokoknya sudah tidak beda jauhlah sama yang namanya benalu. Masa-masa seperti ini adalah masa berpesta buat orang seperti teman saya ini. Yang dipentingkan cuma bagaimana caranya dia bisa dapat duit, duit dan duit. Dia selalu menempel para caleg dengan menjanjikan dapat memberikan suara yang banyak buat caleg tersebut. Lah yang membuat saya herman eh heran, ini anak hari ini nempel caleg dari partai gambar sapi eh besok dia nempel caleg dari partai pohon jambu, dan besoknya lagi dia mengikuti caleg dari partai gambar kesemek. Nah lo terus sebenarnya ini anak dukung caleg yang mana tho? Dan dengan jujur dia menjawab kepada saya yang penting dia dapat duit, mau calegnya menang apa kalah dia mah kagak mau tahu . . . Busyeetttt kok bisa ya para caleg yang terhormat dan pintar dikibulin sama orang yang SLTP saja kagak lulus?
Walah bisa stress tuh pak/bu caleg kalo sampai tidak terpilih, mana dana yang dikeluakan buat kampanye tidak sedikit. Untung saja ada Rumah Sakit di Bogor yang menyediakan tempat khusus buat para caleg yang depresi, hehehe nyengir dulu ah.

Belakangan ini di rumah jadi sering menerima tamu yang kedatangannya dengan alasan silaturahmi tapi ujung-ujungnya promosiin dirinya atau caleg andalannya supaya dicontreng pada saat Pemilu nanti, tak ketinggalan juga janji-janji yang dikeluarkan seandainya dia terpilih nanti (kalo inget). Wekz lebaran saja kagak pernah silaturahmi pak kok mendadak jadi rajin?
Dan ingat pak kami butuh bukti bukan janji!

Pemilu 2009 ini selain ramai oleh pemberitaan tentang pelanggaran-pelanggaran dalam kampanye juga ramai oleh isu money politic dan golput.
Bahkan karena ditakutkan golput akan memenangkan Pemilu 2009 sampai-sampai golput pun dikasih label haram...wah wah wah.
Tidak sedikit orang yang saya tanya menyatakan dirinya golput. Baik dari teman-teman main maupun teman chating. Wah label haram ternyata tidak menakuti mereka tuh. Alasannya sih rata-rata sama, ketidakpercayaan terhadap siapa wakil mereka nantinya. Bagi kaum golput ini siapapun yang jadi anggota dewan palingan juga storynya gitu-gitu saja kayak yang telah lalu. Kalau sudah begini repot juga ya. Apa perlu dibikin partai golput? Hehehe...
Biarpun anda golput cobalah untuk tetap datang ke TPS. Jangan sampai suara anda yang seharusnya tidak masuk menjadi biang gemuknya partai-partai tertentu. Manipulasi suara seperti ini bisa saja terjadi lho, lihat saja dari daftar pemilih yang sudah dirilis, masak anak berumur 9 tahun sudah masuk dalam daftar, atau ada beberapa nama yang berbeda tapi dengan satu nomor penduduk, ini kan tujuannya untuk memanipulasi suara. Hehehe jadi ingat 15 tahun yang lalu saya juga pernah terdaftar jadi peserta Pemilu padahal usia saya baru 14 tahun.
Jadi kalau memang saudara tidak memilih, lebih baik saudara tetep datang ke TPS, mubazir tuh kertas suara gede kayak gitu kalo gak dimanfaatin, contreng semua partai, adil tho? Oops maaf ini bukan hasutan dan anjuran lho. Inilah yang akan saya lakukan jika saya tidak memilih satu calon pun.

Mungkin teman-teman akan bertanya partai apa dan siapa calon yang akan saya pilih?
Hehe jawabannya panjang. Saya akan memilih partai yang dalam kampanyenya tidak melakukan satu pun pelanggaran kecil maupun besar, dan berniat mensejahterakan semua golongan. Dan saya akan memilih caleg yang sama sekali tak keluar duit pada masa kampanyenya, tidak mengobral janji satu patah kata pun dari mulutnya dan dari hatinya cuma ada satu niat untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa dia peduli apakah dirinya sudah sejahtera atau belum.
Sumpeh ane zuzur, kalo ada partai dan caleg seperti ini maka saya akan dengan semangat mencontreng bukan hanya di kertas suara melainkan jauh di dalam lubuk hati saya pun akan ikut saya contreng.

Yuk ramai-ramai kita serbu TPS terdekat!
Berpikir cerdaslah kala memilih atau tidak memilih sama sekali!!
Ingat, 5 menit anda di bilik suara akan menentukan 5 tahun langkah negeri kita tercinta!!

MERDEKA!!!
--
Post using a Sony Ericsson mobile phone

2 komentar:

  1. Hehehe silahkan memilih/tidak memilih... Yang penting datang ke TPS dan nyontreng

    BalasHapus