Wanita Dari Masa Lalu

Entah apa yang membuatku dial namamu di phonebookku.
Suaramu masih tetap getarkanku seperti yang dulu.
Bingung juga apa yang musti aku ungkapkan padamu.
Sekedar basa-basi bertanya kabar?
Ataukah kumampu bicara padamu panjang lebar?
Entahlah, semua terjadi di luar alam sadar.


Dan pastinya ini pun begitu mengejutkanmu.
Kekagetanmu terdengar jelas melalui telingaku.
Pertanyaan heranmu tentang ketidakbiasaanku.
Setelah sekian lama kumenjauh pergi.
Dan mengapa musti kuhadir kembali.
Entahlah, kita berdua sama-sama tak mengerti.

Mungkin rindu di hati kecilku yang mengontakmu.
Mungkin rindu pula yang bangkitkan keberanianku.
Karena jujur, aku tak pernah bisa melupakanmu.
Khilafku-lah yang membuat kita berbeda jalan.
Menyisakan sebuah kata cinta yang tak pernah terucapkan.
Dan membuatku terus berjalan dalam penyesalan.

Hari ini kembali SMSmu mengunjungiku.
Tersirat ketidakbahagiaan di dalam hidupmu.
Lantunan Kesempatan Kedua dari Tangga sesakkan hatiku.
Tak ada niatku untuk melompat memotong jalan.
Kuharap engkau ikhlas dalam menjalani pilihan.
Semoga dengannya akan kau temui kebahagiaan.


Karena sekarang, aku bukanlah pilihan......

Usai

Akhirnya dirimu pun bosan denganku.
Ternyata dirimu tak bisa menerima kekuranganku.
Selama ini mungkin dirimu tersiksa bersamaku.
Terimakasih atas usahamu itu.



Terserah apa yang akan kamu perbuat.
Buatmu aku telah usai.
Tak ada lagi yang menarik untukmu.
Di diriku cuma ada jemu.



Aku yakin tulisan ini pun tak akan pernah terbaca.
Bagimu aku sudah tiada..
Tak lagi kau rasa bahagia.
Di kala kita sedang bersama.



Selamat tinggal...
Kini tiba waktuku purna.

Sepasang Sandal Jepit di Hari Ulang Tahunmu

Hari kelahiranmu datang juga.
Kali ini jarak yang membentang memisahkan kita.
Kuhanya bisa berkirim suara.
Meski raga memaksa ingin jumpa
Hanya sebaris kalimat selamat yang bisa kubuat.
Hanya sedikit doa yang terucap.
Semoga dirimu selalu bahagia.


Sepasang sandal jepit itu mentertawakanku.
Mereka mempertanyakan hubungan kita.
Apakah bisa kita menjadi satu?
Bisakah kita terus bersama?
Saat kita terpisah ruang waktu.
Kala kita di antara beda.


Sungguh beruntung sandal jepit itu.
Meski berbeda mereka selalu bersama.
Meski lalui lumpur dan debu.
Selaras seirama,
tetap bersama.
Mereka selalu seperti itu.
Hidup sederhana tapi banyak cinta.
Sampai di antara mereka putus satu.
Yang akan mengakhiri kebersamaan mereka


Biarpun kita tak selalu bersama.
Meskipun kita selalu berbeda.
Semoga kita bisa tetap saling menerima.
Segala kekurangan yang ada di kita.
Selaras menghirup udara rindu.
Seirama tiupkan aroma cinta.


My heart shaker...
Happy birthday.