Sedikit Untuk Bumiku Yang Tua

Seperti biasa kalau piket malam aku berangkat dari rumah pukul 21.40, berhubung kelupaan bawa mie instan dari rumah (kayaknya sih stock di rumah sudah habis) aku mampir dulu di kios rokok pinggir jalan untuk  membeli sebungkus mie instant. Hehe maklum gaji pas-pasan, buat ganjel perut tengah malem ya cukup sebungkus mie instant. Begitu penjual mie instan akan membungkus dengan tas kresek, spontan aku menolaknya ''mboten usah diplastiki bu,kula lebetke jaket mawon'' (yang nggak ngerti nyari translator yak hehehe). Memang kebiasaanku kalau beli sesuatu sering kali aku menolak tas kresek, langsung saja barang tersebut aku masukin ke jaket hehehe jaket dinasku kantongnya banyak gede-gede pula. Kalau cuma mie 5 bungkus mah masih muat.

Selepas beli mie aku melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja. Seperti biasa kalau sampai  langsung kontrol keliling lokasi sambil mematikan kran-kran air di toilet yang airnya masih menetes. Nggak tahu kenapa dari dulu aku paling sebel kalau melihat air terbuang percuma. Kebayang kalau tinggal di daerah yang kekurangan air, duh bisa nangis kalau ngeliat air bersih disia-siakan.

Kebiasaan-kebiasaan kecil itu selalu aku lakukan dan tanpa pernah aku sadari apa keuntungannya. Entah dapat bisikan darimana mendadak aku berpikiran kalau sendainya semua orang melakukan kebiasaan seperti itu. Tentu akan berkurang jumlah sampah plastik yang susah dicerna bumi. Tentu kandungan air di bumi tak akan habis dengan sia-sia.

Alam pikiranku terus berkelana mencoba mendengar keluh kesah bumi tua. Ternyata banyak hal-hal kecil yang bisa kita perbuat untuk membantu bumi yang tua. Aku teringat pada seorang teman yang dengan sukarela menjejali kantongnya dengan bungkus permen sampai ditemukannya tempat yang tepat untuk membuangnya.

Kita juga bisa memulai membiasakan diri membaca berita lewat internet atau koran-koran yang dipajang di tempat umum. Buat apa kita tiap hari berlangganan koran tapi setelah dibaca kertas-kertas koran itu jadi tak berguna. Entah berapa juta pohon yang telah ditebang hanya untuk lembar demi lembar kertas koran. Btw ngeblog juga kebiasaan yang ramah lingkungan lho, dulu aku biasa nulis di selembar kertas yang pada akhirnya cuma jadi sampah yang tak berguna. Tapi setelah mengenal blog tulisanku jadi abadi hehehe...

Masih banyak hal-hal ringan lainnya yang bisa kita perbuat untuk meringankan penderitaan bumi, gunakanlah listrik seperlunya, hematlah penggunaan sumber energi yang ada, berkreasilah dengan benda-benda yang kelihatannya tidak bermanfaat, maka tanpa kita sadari kita telah membantu meringankan beban bumi.

Saya bukanlah aktivis lingkungan hidup, saya cuma berpikir kalau kita ramah dengan alam, nggak mungkin alam marah kepada kita. Bagaimana dengan anda?

1 komentar:

  1. alangkah indahnya...
    hmm.. hehe...

    semua harus diawali dari sendiri

    BalasHapus