3rd Day

Cerita aku mulai di pagi hari 13 Oktober 2008, bangun tidur ada telpon dari Doniutar yang mengabarkan kalau Ducati dan Zibarani nginep di rumah Doni. Trus mereka berencana datang ke penginapanku. Langsung saja aku mandi untuk menyambut mereka. Sekitar pukul 8 Doni datang mengantar Ducati, Tak lama kemudian Ziba pun datang. Berempat ngobrol sana-sini sambil kontak temen-temen yang tinggal di deket penginapan (Depok dan sekitarnya).

Bagool yang pertama datang, dia kaget ketemuan di Uli Artha yang memang sudah terkenal miring reputasinya di Depok (hehehe aku mah cuek aja, yang penting ada tempat tidur). Tak lama kemudian datang Puldazz dan Syuja (anak Puldazz). Kemudian Abeereturn pun datang (busyett masih berseragam komplit euy). Karena cuma ada minuman doank, Abee langsung ngajak Ziba belanja makanan di Alfamart. Sagitaa datang pas Abee & Ziba akan berangkat. Tidak lama kemudian datang Achot. Suasana semakin ramai saja. Apalagi kemudian Pantsu datang (dijemput Doniutar). Makanan & minuman sudah komplit (thanks to Abee) , orang-orang gila sudah pada ngumpul hehehe, sibuk ngobrol & poto-poto sampai lemes dah. Oh iya si Bagool pergi jemput TX dan Rahel. Acara makan siang dengan menu nasi padang bungkus pun terasa nikmat diselingi canda dan gosip-gosip seputar reporo (sayang Puldazz tidak ikut makan siang bareng, dia musti cabut duluan untuk kerja). Sekitar pukul 13.30 Bagol, Tx,dan Rahel datang. Acara poto-poto dimulai lagi. Pokoknya seru,seru dan seru hehehe..

Sumpah tidak nyangka bisa ketemu temen-temen reporo dari berbagai kota.
Sekitar jam 14.00 acara dengan terpaksa musti berakhir, si Abee musti kembali ngantor, aku pun sudah harus check out untuk lanjut ke Lebak Bulus nyari tiket bus (untung udah dipesenin Sagitaa by phone). Duh pengen banget menghentikan waktu karena begitu singkatnya pertemuan itu berlangsung. Di depan pagar wisma Uli Artha kami semua berpisah...
Semoga bertemu lagi di lain waktu dan kesempatan.

Aku pacu Mio putih Sagitaa membelah jalanan Depok menuju terminal Lebak Bulus. Perasaan tak ingin berpisah terus menerus mengganggu benakku. Tapi kenyataan memang musti aku terima, bahwa perpisahan itu sudah tak mungkin aku tolak lagi. Rencananya Sagitaa mau nitipin Mio miliknya di mal deket terminal Lebak Bulus biar aman (soalna gak tahu tempat parkir di terminalnya hehehe). Pukul 15.45 kami sampai di mal yang dituju. Langsung saja aku arahkan mionya ke basement, sesampainya di depan loket parkir mendadak sagitaa inget kalau tidak membawa STNK, duh tidak jadi nitip dah. Yaudah dengan terpaksa kami menuju pintu keluar. Lagi-lagi kejadian tak terduga muncul,Sagitaa kebelet pipis hehehe.. Aku pun nunggu di parkiran selagi Sagitaa nyari toilet.

Tepat pukul 16.00 kami ke luar dari mal menuju terminal Lebak Bulus, sesampainya di pintu masuk terminal aku bingung mau parkir Mio di mana, setelah nanya tukang gorengan ketemu juga dah parkirannya.

Masuk ke dalam terminal sekitar pukul 16.15, langsung saja calo-calo terminal merubung ''mau kemana mas?'' 

Dengan jawaban singkat ''udah pesen tiket bang'' mereka pun mundur teratur. Di dalam terminal kami ketemu petugas dari Po.Nusantara (bus yg aku pesen), kami langsung diantar menuju loketnya. Setelah membayar tiket Jakarta-Kudus kelas SE seharga 175 ribu (dapat nomer bangku 6b) aku dan Sagitaa masuk ke parkiran bus untuk mencari bus yang nanti pukul 17.00 akan membawaku kembali pulang. Udara panas Jakarta membuat aku dan Sagitaa langsung saja naik ke atas bus (ngadem nyari ac euy). Berdua kami ngobrol di dalam bus, tak lupa Sagitaa terus berpesan agar aku hati-hati dalam perjalanan pulang.
Pukul 16.45 aku pun turun dari bus mengantar Sagitaa ke luar dari terminal, setelah aku kembali ke bus tepat pukul 17.00 bus pun mulai bergerak meninggalkan terminal. Sambil onlen di reporo aku nikmati sore Jakarta dari atas Nusantara. Pas adzan maghrib bus masuk ke terminal Rawamangun untuk ngambil penumpang (rencana berangkat dari Rawamangun pukul 18.30). Aku turun dari bus untuk bersih-bersih dan lain-lain. Berangkat dari Rawamangun aku coba ngepost acara kopdaran di forum reporoindo. Berhubung kepala sudah pening dan perut mulai mual terpaksa aku ngepost di hari pertama saja. Pilihan buatku saat itu cuma tidur hehehe maklum sudah bener-bener capek plus pening, langsung saja aku ambil selimut, pasang posisi terbaik untuk tidur.

'Pak makan malam dulu' kondektur membangunkanku pada pukul 21.30. Dengan malas aku turun dari bus, wah ternyata terdampar di sebuah rumah makan di Pamanukan. Yang aku tuju pertama kali ya toilet hehehe, baru deh aku lanjut sedikit makan malem buat ngeganjel perut biar tidak masuk angin.

Selepas hisapan terakhir sebatang LAku, bus bersiap berangkat. Begitu masuk bus lagi-lagi yang aku mau cuma tidur hehehe males yak. Selimut aku pasang dari ujung kaki sampai ubun-ubun hkhk sumpah jadi seperti bungkusan warna ijo kali. ZzzZzZZ..zzZz..

04.30 seperti biasa alarm hapeku kumandangkan Adzan bangunkanku. Wekz ternyata hari sudah berganti, clingak-clinguk memastikan posisi, ternyata sudah sampai Demak (sudah mau nyampe nih).
Tak lama kemudian(05.30) bus memasuki garasi Nusantara di karanganyar (perbatasan Demak-Kudus). 


Aku menunggu semua penumpang turun dulu baru aku beranjak dari tempat tidur eh tempat dudukku.

Di bawah, armada travel dari Nusantara sudah bersiap mengantar para penumpang bus untuk kembali ke rumah masing-masing. Aku pun bertanya pada sopir mobil mana yang searah dengan rumahku. Ternyata di mobil cuma ada 1 penumpang yang searah denganku. 

Pukul 05.45 mobil berangkat ke luar garasi Nusantara, setelah teman jalanku turun di depan pintu rumah tujuan, aku langsung minta sopirnya untuk menuju rumahku, hehehe tapi aku gak langsung minta turun di rumah, aku turun di ujung gang jauh dari rumah hkhk sekalian olahraga jalan pagi. 


Jam 06.15 aku masuk kerumah beres-beres bawaan dan SMS Sagita kalau aku sudah sampai dengan selamat sambil mempersiapkan diri menjalani aktivitasku seperti biasa.

1 komentar:

  1. salut bwt kang wanby.............jngn kapok maen k depok

    BalasHapus