Gorengan Renyah Pembawa Masalah

Pagi ini kuterbangun di depan televisiku yang sedang menayangkan berita anggota dewan yang tersangkut masalah kesusilaan. Bagiku hal ini sudah biasa dan tak terlalu mengejutkanku. Setelah berita ini selesai barulah aku terbengong-bengong heran menyaksikan berita yang terpampang di hadapanku.

Aku yakin temen-temen semua termasuk penikmat gorengan. Mulai dari mendoan,  bakwan, tahu isi, hingga ayam crispy. Meskipun secara kesehatan kita semua sudah pada tahu kalau gorengan tidak baik buat kesehatan --- kandungan kolesterol yang tinggi, tetap saja kita menyantap gorengan-gorengan tersebut dengan lahap. Apalagi kalo anget-anget weh dijamin maknyussh. . .

Setelah menyaksikan berita di televisi tadi pagi, ada baiknya kalau kita berhati-hati saat membeli gorengan. Karena tidak semua penjual gorengan memperhatikan kelayakan gorengannya untuk disantap konsumen.
Ada oknum-oknum pedagang gorengan yang secara nakal mengakali supaya gorengannya lebih tahan lama kerenyahannya dan menghemat minyak goreng.
Di berita pagi tadi diperlihatkan bagaimana cara membikin gorengan menjadi lebih renyah dan tahan lama. Mereka memasukkan plastik bekas atau styrofoam ke dalam minyak yang mendidih. Setelah plastik tersebut larut barulah makanan tersebut digoreng *busyettt dah* dan jadilah gorengan yang renyah dan tahan lebih lama dibanding gorengan yang digoreng secara wajar.

Bayangkanlah. . .! Gorengan yang mengandung kolesterol tinggi itu kini menjadi semakin berbahaya bagi penyantapnya karena bercampur dengan bahan plastik atau styrofoam. Dan konon menurut ahli kesehatan, gorengan yang semacam ini tak layak untuk dimakan karena bisa membahayakan kesehatan. Di antaranya bisa menimbulkan kerusakan jaringan di dalam tubuh, menyebabkan impotensi, gangguan kehamilan dan janin, untuk ibu menyusui juga berbahaya buat bayinya.
Jadi hati-hatilah anda jika anda merupakan penggemar gorengan yang renyah. Telitilah sebelum membeli. Ada perbedaan yang bisa kita jadikan patokan untuk memilih gorengan yang digoreng secara wajar. Berikut ciri-ciri gorengan yang digoreng menggunakan campuran plastik:
 

- ada bintik/bercak berwarna putih di gorengan tersebut
- coba patahkan gorengan tersebut, kalau patahan terigunya memanjang dan tidak ada remukannya, kemungkinan gorengan ini bercampur dengan bahan plastik.

Padahal beberapa hari yang lalu juga muncul berita di mana ditemukan penjual gorengan yang mencampur minyak gorengnya dengan oli bekas untuk menghemat pemakaian minyak goreng, dan sekarang ternyata ada yang menggoreng dengan memasukkan plastik ke dalam minyaknya. . . Ughhh demi keuntungan segala macam kecurangan digunakan, tanpa peduli efek yang ditimbulkan.

Masih gemarkah anda menyantap gorengan?? Sebaiknya berhati-hatilah terhadap masalah yang ditimbulkan.

0 coretan kamu:

Posting Komentar